Buku Buku Baru Dan Terpopuler Di Indonesia dan Amerika Serikat

Temukan Buku-Buku Baru dari Penerbit Nasional dan Dunia :

Gramedia, Erlangga, Mizan, Amazon, Simon Schuster, John Wiley & Sons dan Harvard Business Review

Senin, 26 April 2010

PEMINDAHAN IBUKOTA PEMERINTAHAN RI SATU-SATUNYA SOLUSI TERHADAP KEMACETAN LALU LINTAS DI JAKARTA



Kemacetan di Jakarta semakin parah. Hampir setiap hari di banyak titik di Jakarta terdengar berita kemacetan. Dengarkanlah laporan Radio Elshinta, yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya melaporkan titik titik kemacetan itu. Terutama hari Senen dan Jumat, wah jangan harap bisa nyampe di rumah dalam 2 jam. Meskipun jarak yang anda tempuh hanya 5-10 km.

Lalu apa solusinya? Busway, monorel yang tak kunjung datang, pembatasan usia kenderaan, penambahan ruas jalan, pengaturan jam masuk kantor dan jam masuk sekolah, gerakan bersepeda? SEmuanya tidak memberikan jawaban dan solusi. SEbuah laporan mengatakan akan terjadi kemacetan total pada tahun 2014. Dijelaskan kemacetan total artinya, dimana pun Anda tinggal di wilayah Jakarta maka Anda langsung mengalami macet begitu keluar dari garasi Anda.

Beberapa statistik
*Jumlah kenderaan di Bermotor di Jakarta ada sebanyak 8 juta unit, dimana 2,2 juta adalah mobil roda 4 atau lebih selebihnya sepeda motor.
*Penambahan ruas jalan setiap tahun hanya 1-2 persen, sedangkan penambahan kenderaan bermotor sebanyak hampir 10 persen.
*Kerugian akibat kemacetan di Jakarta sebesar Rp 7 Triliun pertahun, dimana kerugian bahan bakar sebanyak 5,7 T dan kerugian kesehatan sebanyak 1,3 T per tahun. Bahkan menurut Pakar lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dr Firdaus Ali. MSc, mengatakan estimasi total kerugian karena dampak kemacetan di Jakarta lebih parah lagi mencapai Rp28.1 triliun.
*Jumlah penduduk jAKARTA saat ini sekitar 7,5 juta jiwa, dan kalau digabung dengan Jabodetabek sekitar 23 Juta. JIka ditambah dengan Bandung maka mencapai 30 juta jiwa.

Solusi satu-satunya adalah memindahkan Ibukota Pemerintahan Indonesia ke luar dari Jakarta. Saya usulkan ke Kalimantan Tengah apakah di Palangkaraya seperti Gagasan Bung Karno, atau ke Kota Merdeka seperti yang pernah dilontarkan Pak SBY.

Dibutuhkan keberanian besar dan pemikiran besar untuk memindahkan ibukota pemerintahan Indonesia. Ada tiga partai besar di Indonesia yang belum sekali pun nampak meberikan gagasan besar. Demokrat, PDIP dan Golkar. Apakah mereka tidak pernah terpikir dan terdorong untuk melahirkan gagasan untuk memindahkan ibukota pemerintahan Republik Indonesia? Bagaimana denga Nasional Demokrat?

Sejarah membuktikan bahwa Pemimpin besar lahir karena memiliki gagasan besar. Tanpa gagasan besar berarti semuanya masih kecil, belum berkualitas negarawan. Kita menanti lahirnya negarawan Besar di Republik ini.

Kamis, 22 April 2010

MELAWAN


Kecantikannya memang tiada yang berani menggugatnya.
Elok bertahta rupawan dan semakin, ketika 12 bulan dalam masa perawatan.
Jika tutur katanya halus dan manja meminta ketiadaan, maka hal itulah yang melambungkannya menjadi ratu sebagai pengganti Wasti sebelumnya

Namun kesempurnaan kecantikannya ternyata tidaklah terletak dalam tubuh dan mata indah, serta wajah cakep dan suara mendesah.
Akan tetapi terletak dalam puasa 3 malam, ketika meminta kepada Tuhan sebuah jubah keberanian, untuk menghadap sang raja yang tidak mengundang.
Surat kepada Pamannya Mordekhai dia goreskan dengan air mata, yang melicinkan kata-kata “Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

Selasa, 20 April 2010

SIDANG SINODE GBKP KE 34 TELAH DITUTUP DENGAN TOREHAN SEJARAH BARU



Beberapa saat setelah semua pengurus Modramen periode 2010-2015 telah terpilih, maka majelis pimpinan sidang yang berjumlah 5 orang menyerahkan palu sebagai simbol berakhirnya tugas kepada sang pemberi mandat yaitu Modramen GBKP periode 2005-2010. Selanjutnya, Ketua Modramen yang lama Pdt Jadiaman Perangin-angin DTh menyerahkan palu tersebut kepada Pdt Matius Panji Barus sebagai Ketua Modramen yang baru. Dan seluruh anggota Modramen yang lain pun diminta maju kedepan untuk menutup seluruh persidangan. Sekitar jam 00.45 Sidang Modramen GBKP ke 34 tahun 2010 dengan resmi ditutup. Pelantikan Modramen yang baru akan dilaksanakan pada kebaktian minggu tanggal 18 April 2010.

Tepat Jam 0915, kebaktian minggu dilaksanakan. Yang bertindak sebagai liturgist adalah Pdt Suenita br Sinulingga, MTh, Pengkhotbah adalah Pdt Jan Sihar Aritonang, PhD ketua STT Jakarta yang sudah ada sejak Jumat, yang akan melantik adalah Pdt Dr EP Gintings, mantan ketua Modramen sebelum Pdt Jadiaman Perangin-angin.

Ketika kebaktian dan kata-kata sambutan berakhir pada pukul 13.15 maka dengan resmi berakhirlah Sidang Sinode ini, meskipun masih dilanjutkan dengan pementasan karya seni dari seluruh jemaat yang antusias mempertunjukkan talenta-talentanya.

Beberapa catatan bersejarah dari pelaksanaan Sidang Sinode ini.
1. Merupakan Sidang Sinode terbaik selama ini (disampaikan pada kata sambutan penutupan Pdt Jadiaman Perangin-angin, yang diperkuat oleh banyak peserta. Bahkan salah seorang utusan dari sekitar Sibolangit inilah Sidang Sinode terbaik sejak tahun 1976)
2. Adanya fenomena Alam yang sangat menyentak emosi dan iman seluruh pserta bahkan jemaat GBKP, berpulangnya Pt. Amanat Sembiring pada hari kedua persidangan dan menggelagarnya petir dua hari sebelum penutupan Sidang. Meskipun sempat mengenai 3 orang petugas/panitia tapi berselang dua hari semua sudah pulih kembali. Seolah olah Tuhan mengatakan, "Akulah yang empunya kehidupan, Aku memanggil yang sudah saatnya Kupanggil, namun Aku juga melindungi siapa yang belum saatnya kupanggil. Oleh sebab itu jangan takut, Aku menyertaimu sampai akhir jaman.
3. Terpilihnya anggota Modramen yang berdomisili di Pulau Jawa, yang tentu saja harus mempunyai komitmen untuk tetap melayani dan hadir di Kabanjahe saat diperlukan, sekaligus menetapkan teknologi informasi (video Conference) jika ada rapat-rapat mendesak.

Terpujilah Tuhan, dia memakai GBKP untuk menunjukkan KasihNya. Dan Roh Kudus serta mujijatNya sangat nyata di Sidang Sinode, yang akan selalu dikenang seluruh peserta. Karena menegaskan, Roh Kudus Tuhan datang karena ide dan kehendak Tuhan. Bukan kehendak yang lain. Si Sampat-Sampaten Lah Kam maba Baban Geluh Enda (Galatia 6 : 2)

Senin, 19 April 2010

MODRAMEN YANG BARU BERJIARAH DAN TABUR BUNGA KE MONUMEN PEKABAR INJIL GBKP



Setelah terpilih pada hari Sabtu Malam, maka pada hari minggu pagi pagi tanggal 19 April semua pengurus Modramen yang lama dan yang baru melakukan ziarah ke Monumen Pekabar Injil GBKP yang terletak di samping kanan GBKP Sibolangit. Lokasinya persis di pinggir jalan antara Kabanjahe-Medan.

Dalam ziarah ini dilakukan acara tabur bunga sambil mengenang pekerjaan yang para penginjil pertama ini lakukan. Dipandu oleh Pdt Sadakata Ginting, MTH, acara ini berlangsung singkat dan khikmat. Silih berganti dan berpasang-pasangan pengurus yang lama dan yang baru menabur bunga di pusara para pahlawan iman GBKP ini. Setelah itu diadakan acara foto-foto.

Penginjil yang disemayamkan disini adalah
1. Pdt JH Neumann
2. Pdt J Wijngaarden
3. Dr G Scholten
4. Pdt Palem Sitepu dan Nora
5. Pdt Thomas Sibero dan Nora

Sabtu, 17 April 2010

TELAH TERPILIH KETUA UMUM DAN BENDAHARA UMUM MODRAMEN GBKP 2010-1015



Hanya dalam satu putaran telah terpilih ketua umum dan bendahara umum Modramen GBKP periode 2010 - 2015. Pada awalnya diprediksikan bahwa pemilihan ketua umum dan bendahara umum yang dilakukan serentak ini akan terjadi dua putaran, namun hasilnya menunjukkan sebaliknya, karena memenuhi syarat 1/2N+1.

Pdt Matius Panji Barus terpilih menjadi ketua umum modramen, dan Dkn Kristiani Br Ginting terpilih menjadi bendahara Umum modramen untuk kedua kalinya. Dalam pemilihan ketua umum, Pdt Matius Panji Barus mengungguli 3 kandidat lainnya yaitu Pdt Mindawati Br Perangin-angin PhD yang hanya meraih 154 suara, Pdt Simon Tarigan 129, dan Pdt Dr Erick J Barus 34 suara. SEdangkan Pdt Matius Panji Barus meraih suara sangat jauh, 425 suara.

Dalam pemilihan bendahara umum Dkn Kristiani Br Ginting melaju senidirian, dengan total 662 suara dari total 771 suara. Yang menarik banyak sekali yang dipilih sebagai kandidat yang lain namun kebanyakan hanya mendapat 5 suara atau bahkan hanya satu suara.

Ditengah perhitungan suara tiba-tiba menyambar petir yang sangat keras yang mengagetkan semua pserta sidang. Bahkan ada dua orang yang berada diluar lapangan, mesti dibawa ke rumah sakit karena terlalu kaget.

Jumat, 16 April 2010

SALAK PONDOH DARI KUTAMBARU KECAMATAN PAYUNG ; PAMERAN SIDANG SINODE GBKP 2010



Lapangan depan jambur tempat Sidang Sinode GBKP di Retreat Centre Suka Makmur, disulap menjadi kios-kios tempat pameran. Yang mengadakan pameran adalah seluruh klasis, kategorial, dan juga panitia serta pihak lain yang bekerja sama dengan panitia. Apa yang dipamerkan adalah benda-benda yang dianggap berharga di masing-masing klasis, tentu saja juga gambar-gamabar gereja atau pertua diaken. Salah satu yang menarik adalah dipamerkannya hasil-hasil pertanian yang dulu kita tidak pernah bayangkan ada di Tanah Karo.

Salak pondoh yang dikenal ciri khas dari Jogja, ternyata dihasilkan juga di Kutambaru Kecamatan Payung. Dan rasanya sangat manis tidak ada beda dibandingkan dengan salak pondoh dari Jogja sendiri

Kamis, 15 April 2010

SIDANG SINODE GBKP KE 34 LEBIH KONDUSIF



Memasuki hari ke 5 perjalanan Sidang Sinode GBKP ke 34 dapat berjalan dengan baik. Bahkan menurut beberapa peserta yang sudah pernah mengikuti sidang-sidang sinode sebelumnya, maka Sidang Sinode GBKP tahun 2010 ini lebih kondusif, lebih tertata. Setelah menyelesaikan Sidang Kelompok pada hari Rabu kemarin, maka hari ini sampai besok adalah Sidang Pleno. Dari 12 Kelompok hanya satu kelompok yang baru dapat menyelesaikan rumusan kelompoknya pada hari kamis ini. Jadi sejak pleno sesi pertama pada jam 09.00 tadi pagi hanya satu kelompok ini (GBP) saja yang tidak bisa mengikuti untuk menyelesaikan rumusannya.

Bahkan sudah dua kelompok selesai diplenokan yaitu, kelompok Marturia dan kelompok Panitia Khusus (Pansus) pemilihan. Memang sempat terjasi hujan interupsi, namun akhirnya dapat diatasi dengan baik. bahkan kelompok Pansus yang tadinya diramalkan berlangsung lama, ternyata tidak terbukti.

Pembagian kelompok-kelompok dibuat seperti dibawah ini :
1. Kelompok Umum dan Unit Penunjang
2. Bidang Marturia
3. Bidang Koinonia
4. Bidang Diakonia
5. Bidang Personalia dan SDM
6. Bidang Dana dan Usaha
7. Bidang Keuangan, verifikasi, KPP, Dana Abadi GBKP
8. Amandemen Tata Gereja, Peraturan Pegawai Unit Penunjang, Status Hukum Yayasan, Keputusan Kkonven GBKP
9 Garais-Pelayanan GBKP (GBP)2010-1015
10.Panitia Pesan Sidang Sinode GBKP Tahun 2010
11.Panitia Kredensi Sidang Sinode GBKP 2010
12.Panitia Pemilihan Moderamen GBKP 2010-2015

Rabu, 14 April 2010

KEBAKTIAN MALAM YANG SANGAT MENEDUHKAN


Persiapan yang dilakukan oleh panitia Sidang Sinode ke 34 ini patut diacungi jempol, terutama dalam menyusun ibadah pagi dan malam hari. Ibadah malam misalnya pada dua malam terakhir ini dilakukan dalam bentuk Teize. Satu bentuk ibadah yang lebih memfokuskan kepada penghayatan. Mulai dengan pencahayaan yang dilakukan dengan mematikan lampu, namun ada salib dan cahaya lilin, pemilihan lagu-lagu yang bernuansa kontemplasi, serta kata-kata pemimpin liturgi yang sangat sahdu. Banyak peserta sidang mengatakan bahwa bentuk kebaktian seperti ini sangat mengena karena mengajak kita semua merenungkan kehidupan, baik secara rohani dan jasmani.

Disamping itu ada hal lain yang sangat membantu menenangkan seluruh peserta sidang, setiap 3 jam sekali diperdentangkan lonceng dari Chapel yang ada di lokasi retreat centre ini. Pada saat bunyi lonceng terdengar semua harus saat teduh, apapun yang dilakukan saat ini. Hal ini sangat membantu terutama saat perdebatan sengit sedang terjadi, karena pada saat lonceng semua harus dia, merenung dan berdoa.

Pada pergantian sesi selalu dinyanyikan lagu-lagu pujian yang berirama riang, baik lagu rohani maupun lagu lagu karo. Dan lagu yang paling banyak sering dinyanyikan karena paling "enak" adalah

Perbunga Dap-Dap
(Karangan Djaga Depari)

Sere pia ni gele-geleken
Meruah-ruah si regi-regi
Lagu kai gia ku endeken
Mejuah-juah simbegi-mbegi

Pepulung batang parira
Ku baba ku Brastagi
Enggo pulung kita kerina
Notokenca sangap encari aron

Enterem kuidah jelma bagi perbunga dap-dap
Mejile tuhu rupana payo nge sibar nitatap
Tapi perukurenna rembang kepe bagi kap kap
Di la mujiken bana la kal akapna terakap aron

Enterem kuidah jelma turang bagi perjabu tengah
kawes kemuhen rubat bage bagem akapna megah
Adi lawes ia nagani, nagani api ki rumah-rumah
Enggo keri penaganina tarumna cikurak janah ersumpah aron

Adi rubat ras teman senina, Em tandana la meteh ngena
Adi rubat kita ras turang, Em tandana pemeteh kurang
Adi rubat ras anak kuta, em tandana kita metuda
Adi rubat ras nande bapa, E Kebilangen kam man Dibata aron.

Selasa, 13 April 2010

SIDANG SINODE PALING "MAHAL" DALAM SEJARAH



Perjalanan Sidang Sinode GBKP ke 34 pada tahun 2010 ini boleh jadi sidang yang paling mahal dalam sejarah GBKP. Karena salah seorang peserta sidang, Pt. Amanat Sembiring, utusan Runggun GBKP Ndokum siroga Klasis Kabanjahe, dipanggil Tuhan saat ibadah pagi.

Sidang langsung diskors, untuk memberi penghormatan, termasuk dengan mengadakan ibadah pelepasan secara singkat yang dipimpin oleh Modramen GBKP. Riwayat hidup dan khotbah singkat dibawakan oleh ketua modramen Pdt. Jadiaman Perangin-angin, DTh. Kita berdoa, agar semua keluarga diberi kekuatan oleh Tuhan sang empunya seluruh kehidupan. Dan juga semua peserta sidang harus menghormati dengan cara melahirkan program-program terbaik. Selamat jalan implaku, Enggo ipesikap Tuhanta inganndu. Pengorbanannndu ndue, inget kami rasa lalap.

FOTO-FOTO SIDANG SINODE KE 34 GBKP





Senin, 12 April 2010

SIDANG SINODE HARI Ke-2



Acara Sidang Hari Kedua dimulai dengan Laporan Umum Modramen kepengurusan tahun 2005-2010, yang disampaikan oleh Ketua Modramen bergantian dengan Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum pada sesi pagi. Setelah break dilanjutkan oleh laporan keuangan yang dibawakan bendahara umum, diikuti oleh laporan Tim Verifikasi dan juga laporan KPP.

Pada kata pengantarnya ketua Modramen mengatakan bahwa peningkatan pelayanan di daerah perkotaan ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Menurut analisanya hal ini terjadi karena ada kaitannya dengan penempatan pelayan Tuhan (penempatan pendeta). Ditambahkan bahwa untuk klasis di kota ratio antara jumlah pendeta dengan jumlah runggun paling tinggi. Di contohkan bahwa di klasis Jakarta Palembang jumlah runggun ada 17 dan pendetanya juga 17 orang. bandingkan misalnya dengan Klasis Kuala Langkat, dari jumlah runggun 21, pendetanya hanya 11 orang. Jadi karena di perkotaan umumnya pendetanya lebih banyak, maka pelayanannya juga lebih cepat maju.

Jadi penempatan pendeta ada hubungannya dengan besar kecil setorannya, kata ketua modramen yang bergelar Doktor Teologia ini. Kedepan, harus diupayakan untuk sistim penempatan yang lebih baik sehingga jumlah pendeta baik di kota ataupun di desa bisa lebih merata. Sempat disampaikan gagasan untuk menciptakan subisidi program atau subsidi pelayanan antara klasis yang kuat dengan klasis yang lemah.

SEdangkan bendahara runggun dalam laporannya mengatakan bahwa keuangan GBKP sudah lebih baik karena ada peningkatan pendapatan yang cukup berarti.

BENTUK PERSIDANGAN SIDANG SINODE GBKP KE 34


Bentuk persidangan Sinode GBKP ke 34 ini sebagaimana sidang-sidang sebelumnya, dan juga seperti yang diatur oleh tata gereja adalah dipimpin oleh majelis jemaat secara kolektif. Dalam hal ini klasis-klasis memilih perwakilannya untuk memimpin kelanjutan persidangan. Namun dalam ditentukan berdasarkan giliran yaitu 5 klasis setiap sidang sinode.

Yang terpilih pada sidang sinode kali ini adalah
1. Klasis Medan Delitua
2. Klasis Medan Pokok Mangga
3. Klasis Jakarta Bandung
4. Klasis Berastagi
5. Klasis Kabanjahe-Tiga Panah

Kecuali klasis Medan Delitua yang mengirim seorang pendeta yang menjadi pimpinan sidang, maka keempat klasis lain memilih seorang pertua. Mereka lah yang memimpin seluruh persidangan secara kolektif, sampai nanti terpilih pimpinan pengurus moderamen yang baru.

Jumlah peserta sidang kali ini tercatat sebanyak 762 orang yang terdiri dari 11 orang dari Moderamen, 144 orang utusan klasis dan 607 orang dari runggun. Disamping itu ada juga undangan dari luar GBKP maupun perwakilan dari kategorial. Ditambah dengan seluruh panitia, maka total peserta ada sekitar sembilan ratus enam puluhan orang. Mereka ini lah yang secara bersama-sama akan menentukan arah dan kebijakan gereja GBKP 5 tahun mendatang. Tentu saja atas bimbingan Roh Tuhan.

SIDANG SINODE GBKP 34 DIBUKA DENGAN RESMI


Dengan Nada Kocak Ketua Modramen mengatakan “begiken Presiden GBKP” ngerana nake. Kata “Presiden GBKP” pertama sekali memang dimunculkan oleh Pdt Jenni Eva dalam khotbah pembukaannya. Langsung saja, seluruh peserta sidang menyambutnya dengan gerrrr. Apa lagi ketika dilanjutkan “ sepuluh tahun jadi Presiden GBKP bagenda-bagenda ngenca nake”, dengan tawanya yang sangat lepas. Namun nanti pada pertengahan khotbahnya Pdt Jadiaman mengoreksi bahwa pemimpin GBKP adalah pemimpin kolektif bukan Presiden GBKP.

Kata Sambutan ini disampaikan setelah Sidang Sinode GBKP yang ke-34 ini dibuka dengan resmi oleh yang mewakili Gubernur Sumatra Utara, H Syamsul Arifin, SE dengan memukul Gong yang telah disediakan panitia di sebelah kanan pentas.

Minggu, 11 April 2010

KATA SAMBUTAN KETUA PGI PADA PEMBUKAAN SIDANG SINODE GBKP TAHUN 2010 : BANGSA INI SEDANG SAKIT.



Di awal kata sambutannya Ketua PGI dengan suara yang sangat lantang mengatakan Thema Sidang Sinode GBKP Tahun 2010 ini sangat baik, karena mengacu kepada kemerdekan kristiani. Selanjutnya kata ketua PGI pada periode yang kedua ini bahwa kemerdekaan kristen adalah kemerdekaan dari Allah untuk melakukan segala sesuatu. Tapi juga BUKAN tanpa batas. Disisi lain ketua PGI juga memuji Khotbah Pembukaan yang disampaikan oleh Pdt Jenni Eva. Bahkan menurut dia khotbah yang disampaikan itu pasti sudah sangat membekali sidang kali ini.

Selanjutnya dengan volume suara yang lebih tinggi ketua PGI mengatakan bahwa Bangsa Indonesia saat ini sedang sakit, karena maraknya korupsi. Korupsi ada dimana-mana dan dalam segala bentuk dan segala aras. Ciri-ciri sakitnya bangsa ini tambah ketua PGI adalah, hadirnya bonek di Jakarta yang merusak segala sesuatu, demonstrasi yang identik dengan pengrusakan. Oleh sebab itu kata ketua PGI, gereja tidak boleh sakit. Gereja harus dapat memberi upaya penyembuhan bangsa yang sakit ini.

Ketua PGI ini kembali memuji khotbah Pdt Jenni (yang memang dengan gaya lelucon menyinggung cara-cara yang tidak baik dalam pemilihan moderamen pada sidang-sidang sebelumnya) supaya mengedepankan nilai-nilai kasih, iman dan integritas dalam mengadakan pemilihan.

Selanjutnya pada giliran sambutannya Bupati Karo kembali menyinggung bahwa bangsa ini memang sakit, dan untuk itu gereja harus berani melakukan cara-cara yang lebih baik.

KEBAKTIAN PEMBUKAAN SIDANG SINODE GBKP SUDAH SELESAI DILAKSANAKAN



Tepat pada jam 16.00 WIB, acara pembukaan sidang sinode GBKP Tahun 2010 dimulai, setelah selama setengah jam sejak dari jam 15.30 WIB diawali dengan pujian-pujian yang benar-benar dipersiapkan. Dalam kata-kata pengalo yang disampaikan panitia bahwa yang hadir saat ini adalah Bupati Karo DD Sinulingga, Ketua PGI Pdt Dr Andreas Yewangoe, Utusan dari UEM dan gereja Reform Jerman

Thema kali ini adalah : Si sampat-sampaten lah kam ibas maba baban geluh enda (Galatia 6 : 2a)
Sub Thema : Radu ras kerina perpulungen sitingkatken spiritualitas ras solidaritas guna kemadirian teologi, daya dan dana.

Setelah kata-kata pengalo, ngalo langsung doa pembukaan yang dibawa oleh Pdt Suenita Br Sinulingga, MTH yang juga berperan sebagai Master Of Ceremony. Saat Prosesi memasuki ruangan, dipimpin oleh sinaruh Pdt Lisa Br Tarigan dimana Liturgis adalah Pdt Jekson Barus, dari Runggun Simpang 6 Kabanjahe dan kebaktian Khotbah dibawakan oleh Pdt Jenny Eva Br Karosekali. Setelah acara kebaktian pembukaan selesai maka dilanjutkan dengan kata-kata sambutan pembukaan yang akan dimulai oleh Ketua Panitia yaitu Pt Ir Berani Purba, MP. Kata sambutan akan diteruskan dengan antara lain perwakilan gereja gereja se Sumatra Utara, kemudian Ketua PGI dan Ketua Modramen GBKP.

Kabanjahe Menjelang Sidang Sinode GBKP April 2010

Sebagaimana saya sudah tuliskan pada tulisan-tulisan sebelumnya bahwa Sidang Sinode adalah perhelatan GBKP yang paling besar sekaligus kegiatan prestisius bagi orang karo, maka perjalanan sidang ini perlu diikuti, didoakan dan dirayakan semua orang karo. Oleh sebab itu saya bermaksud melalui blog ini melaporkan pengamatan saya terhadap perjalanan sidang ini, dan juga semua aktivitas orang karo di sekitar yang bisa saya pantau. Saya berusaha setiap hari mengisi tulisan serba-serbi seluruh kegiatan. Semampu saya, dengan suka cita saya akan melaporkannya. Mohon ijin dan doa restu.

Suasana Kabanjahe, pada hari minggu tanggal 11 April 2010.

Saya mengikuti kebaktian di GBKP Simpang 6, Kabanjahe pada jam kedua, 09.00-10.20 WIB. Tidak terlalu banyak yang menghadiri ibadah ini, hanya lebih kurang 70 an orang. Gereja kosong terkesan kosong, mengingat kapasitas yang menampung 400 orang. Tiang pancang masih banyak terpasang dalam upaya finishing gereja yang sudah direnovasi sejak dua tahun lalu. Ketika ibadah selesai, saya sempat bersalaman dengan Ketua Modramen, Pdt Dr Jadiaman Perangin-angin, yang dengan pakaian sederhana dan sangat rapi menghadiri ibadah ini.

Kesan yang paling mendalam yang saya dapat adalah menikmati musik pengiring kebaktian, yang dimainkan dengan sangat baik oleh seorang anak remaja kelas dua SMP bernama Ribka Br Sitepu. Saya terharu, anak sekecil Ribka yang dipanggil Ririn bisa dengan sangat tenang dan apik memainkan keyboard untuk mengiringi semua lagu ibadah dari Kidung Jemaat.
Sehabis kebaktian saya mengajak Ayah saya dan anak adik saya, Abieser Ginting ke ‘Tiga” untuk menikmati masakan khas di Kabajahe, Cap Cay Goreng di salah satu Toko China, di sekitar Tugu Bambu Runcing. Kabanjahe seolah-olah biasa, dan tidak tahu akan dilangsungkannya sidang sinode. Tidak ada sepanduk untuk ucapan selamat bersidang yang saya sempat lihat di pusat kota, pusat GBKP sedunia ini. Saya tidak tahu apakah ini pertanda ada jarak antara kota dan masyarakat Karo dengan Gereja, namun spanduk untuk menemukan satu saya belum sempat lihat.

Yang saya temui justru spanduk besar dan diletakkan sembarangan calon-calon yang akan maju Pilkada pada bulan oktober nanti. Ketika melintasi Taman Makam Pahlawan menuju ke arah Kantor Polisi, kami melihat 3 truk tronton di parkir. Saya sempat melirik dari atas Land Rover tua ayah saya apa yang ditutupi tenda truk ini, ternyttata ketiganya penuh dengan kayu balok yang telah dipotong-potong dalam ukuran 4 meter. Kita berharap Sidang yang akan dibuka pada pukul 15.30 nanti dapat dimulai dengan baik dan memuliakan Nama Tuhan. Selamat Paskah, Selamat Bersidang.

Sabtu, 10 April 2010

Perempuan Sundal



Sempat dia terdiam, beku dan tak tahu apa apa.
Seluruh logika dan kecerdasan nya tumpul dan dibodohkan.
Merasa segenap kesucian diri serta martabatnya ditimpuki kotoran yg paling jijik, ketika Allah berkata "pergilah nikahi perempuan sundal."
Perempuan yang paling hina, dan paling dianggap tak berharga.

Kemudian dengan kepatuhan seekor domba yang mau disembelih, dia turuti Titah Sang Maha Tahu. Dia nikahi perempuan 'tak berguna itu', dan melupakan semua impiannya tentang kecantikan, keluwesen, kesucian, serta kemanjaan seorang perawan.
Kelak, saat dia menggendong anaknya yg ketiga dipangkuannya baru dia menyadari betapa Allah sedang meletakkan dasar kasìhNya kepada bangsa Israil dan seluruh manusia.

Dan ketika Tuhan sendiri mengatakan bahwa Dia lah yang dijadikan perempuan sundal oleh Bangsa Israil.
Dan memperlakukanNya hanya sebagai pemuas nafsu bejat manusia-manusia laknat yang meganggap dirinya paling bermartabat.
Dipuja-puji saat ada kebutuhan dan niat-niat opurtunis,
Tapi dibuang dan dibentak-bentak serta diludahi saat kebutuhannya sudah tercapai.

Begitupun, Aku tetap mengasihinya. Dan keturunannya akan kubuat dalam jumlah pasir belantara. Dan semua manusia akan memuji dan menyembah kepada kebesaran dan kesetian kasih Tuhan.

Minggu, 04 April 2010

KASUS BANK CENTURY MELAHIRKAN CALON PRESIDEN RI 2014 : DR SRI MULYANI





Bagaimana kelanjutan kasus Bank Century, nampaknya siapapun belum bisa menebak. Sebab lima minggu setelah rekomendasi DPR untuk menonaktifkan Wakil Presiden Budiono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, belum terlihat tanda-tanda bahwa hal itu akan terjadi. Terutama juga setelah Presiden SBY pada pidato tanggapan mengenai rekomendasi DPR itu dengan tegas dan beralasan membela pembantunya tersebut. Dua tokoh yang sejak awal mengusulkan Hak Angket ini yaitu Maruarar Sirait dari F-PDIP dan Bambang Soesatyo dari F-PG belakangan nampaknya melunak. Maruarar seperti dikutip Media Indonesia 23 Maret 2010 hanya mengatakan agar antara Lembaga Presiden dengan DPR harusnya saling menghormati, sedangkan Bambang Soesatyo nampaknya lebih lunak lagi yang menghimbau agar dalam hal ini Presiden lebih bijak.

Gaung yang pada awalnya sangat hiruk pikuk, sempat memberikan keterbukaan yang sangat menarik bagi perkembangan Demokrasi Republik ini akhirnya perlahan tapi pasti kehilangan sengat dan momentumnya. Terutama setelah munculnya Sang News Maker Komjen Pol Susno Duadji dan Gayus H Tambunan. Jika memang nantinya Rekomendasi DPR atas kasus Bank Century benar-benar berhenti sampai disini, maka inilah kemenangan DPR dan Presiden tapi sekaligus juga kekalahan yang amat telak bagi Rakyat Indonesia. Sebab jika demikian maka hiruk pikuk selama sekitar 3 bulan itu akhirnya hanya tontonan dan upaya untuk mempublikasikan Partai Politik dan tokoh-tokoh politiknya, dimana biayanya ditanggung oleh Rakyat melaui pajak yang dibayar. Upaya untuk benar-benar mencari kebenaran dan menghukum yang salah belum bisa diwujudkan. Jadi pelaku kesalahan yang sebenarnya, jika itu memang ada, tetap bisa menikmati kemenangannnya.

Namun terlepas dari berlanjut atau tidak rekomendari DPR ini saya kira ada hal kecil yang bisa kita petik, yaitu dalam bentuk pembelajaran politik sekaligus kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk menilai siapakah tokoh yang paling menonjol yang dimunculkan. Tokoh yang karena usia dan kapablitasnya kelak dapat membawa Indonesia ini ke arah yan lebih baik. Menurut saya ada 3 tokoh muda yang paling menonjol selama kisah Hak Angket Century ini yaitu Maruarar Sirait, Bambang Soesatyo dan Sri Mulyani. Maruarar yang akrab dipanggil Ara dan Bambang Soesatyo dari partai politik dan saat ini ada di DPR dua-duanya laki-laki dan satunya lagi Dr Sri Mulyani Menteri Keuangan, sebelumnya Direktur Eksekutif IMF dan Mantan Ketua BAPENAS serta Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Seorang Wanita ibu dan instri dari anak dan suaminya (hehehe.) Jika kelak hanya ada 3 calon ini mejadi calon Presiden Republik Indonesia siapakah yang kita pilih ? Untuk itu kita perlu menetapkan beberapa kriteria supaya kita bisa memilih calon lebih bijkasana.

Ada beberapa kriteria menurut saya untuk menilai potensi ketiga calon ini yaitu :
1. Idealisme untuk memajukan Indonesia
2. Kemampuan untuk melakukan negosiasi dan lobby-lobby politik
3. Kemampuan untuk menyusun argumentasi dan mempertahankan pendapatnya
4. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan kritis
5. Keberanian mengambil keputusan yang tidak populer
6. Potensi kepemimpinan dalam menciptakan Visi Baru untuk memajukan Ekonomi
dan daya saing Indonesia
7. Image positif dimata kaum menengah Indonesia.
8. Kemampuan untuk menggalang dukungan dari partai politik

Selanjutnya Kepada ketiga tokoh tadi kita berikan nilai 1 s/d10 dimana 10 adalah nilai tertinggi terhadap masing-masing kriteria. Untuk kriteria pertama Idealisme untuk memajukan Indonesia saya memberikan nilai sama untuk ketiga calon, yaitu 7. Sebab idealisme mereka menurut saya belumlah idealisme seorang negarawan, tapi masih kepada Partainya ataupun Lembaga yang dia pimpin.

Untuk krteria kedua yaitu kemampuan untuk melakukan negosiasi dan Lobby-lobby politik saya kira nilai tertinggi adalan Bambang Soesatyo yaitu 9, lalu Ara nilai 8 dan Sri Mulyani dengan nilai 7.

Berikutnya kemampuan untuk menyusun argumentasi mempertahankan pendapatnya saya yakin nilai tertinggi dimiliki oleh Sri Mulyani yaitu 10, sedangkan Ara 8 dan Bambang Soesatyo 7.

Kriteria keempat yaitu kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan Kritis kembali dimenangkan oleh Sri Mulyani yaitu dengan nilai 9 sedangkan Ara dan Bambang saya kira sama nilainya yaitu 7. Buktinya adalah kecepatan Sri Mulyani menonaktfkan beberapa atasan Gayus Tambunan bahkan sampai level Direktur.

Empat kriteria berikutnya adalah keberanian mengambil keputusan tidak populer nampaknya dimenangkan oleh dua anggota DPR, terutama jerih payah mereka mengusulkan Hak Angket Century. Namun sebenarnya hal itu mungkin bukan ide murni individu mereka, akan tetapi adalah ide Fraksi nya di DPR. Sedangkan pengalaman Sri Mulyani dalam rapat KKSK terlihat bahwa peranan individunya sangat menonjol. Jadi dalam kriteria keempat ini saya berikan nilai 8 untuk Bambang dan Ara, juga nilai 8 untuk Sri Mulyani.

Kriteria keenam jelas dimenangkan oleh Sri Mulyani sebab Nilai Tukar Rupiah yang terus menguat terhadap Dollar Amerika dan kemajuan Pasar Saham Indonesia adalah bukti tak terbantahkan. Saya beri nilai 9 untuk sri Mulyani dan masing-masing 6 untuk Bambang dan Ara Sirait.

Image positif dimata kaum menengah Indonesia penting untuk diperhitungkan sebab merekalah pengambil keputusan terpenting dalam khususnya sektor swasta, serta akses dan kemampuan kaum menengah ini untuk mempergunakan media dalam membentuk opini. Dalam hal ini saya lihat Sri Mulyani unggul tipis yaitu nilai 8, sedangkan Ara 7 dan Bambang 6.

Kriteria terakhir yaitu kemampuan untuk menggalang dukungan dari Partai Politik jelas dimenangkan oleh Bambang dan Ara dengan nilai 9, sedangkan Sri Mulyani mendapat nilai 6. Hal ini karena sampai sekarang Sri Mulyani belum memutuskan untuk berafiliasi dengan satu pun Partai Politik. Tapi bisa saja Partai Demokrat meminang Sri Mulyani mengingat kedekatanya dengan Presiden SBY. Jika hal itu terjadi, maka nilainya pasti naik dalam mendapatkan dukungan Partai Politik ini.

Nah, setelah kita total maka Maruarar Sirait mendapat nilai 60 sedangkan Bambang Soesatyo memperoleh nilai 59 sedangkan Sri Mulyani medapatkan nilai tertinggi yaitu 64. Dengan demikian dari kasus Bank Cetury ini, jika kita memilih tokoh muda yang kepemimpinannya paling menonjol dan paling berpotensi untuk jadi Presiden pada tahun 2014 adalah Dr Sri Mulyani Indrawati. Mungkin Maruarar Sirait pada saat itu adalah ketua DPR dan Bambang soesatyo jadi ketua MPR. Jika ini terjadi, kita harap bertiga mereka bisa membawa Indonesia ini lebih maju, dan menjadi penguasa ekonomi terkuat di dunia nomor 3 setelah China dan India.

Jumat, 02 April 2010

SESAL





Akal busuk itu dia balut dalam air liur ciumannya. Sebab dalam pikirannya hanyalah uang pirak. Ketika di tempat sepi dia memandang benggol-benggol perolehannya, yang terlihat seberkas wajah tersenyum penuh belasan kasihan dari orang yang baru dia jual. Tatapannya lembut namun tajam menusuk sel-sel kesadarannya. Sesal memuncak, rasa malu menghantui setiap sendinya. Dan satu-satunya kalimat yang tersisa di otaknya, berupa pertanyaan yang menggantung dan abadi; “mengapa aku menghianati Tuhan Yesus ku?”

Kumpulan keping pirak itu pun lalu dilemparkan sekuat tenaga. Daya lontarnya turbo, diiringi teriakan tak bertepi. Lalu seutas tali, dan satu pohon kering kerontang di tempat paling terasing. Tempat dia menyembunyikan segala keberdosaannya. Ketika dia lenyap, udara bergelora menyanyikan ratapan dan peringatan “Jangan pernah hianati dan tinggalkan Tuhan Yesus hanya karena uang, seberapa banyak pun”. Selamat Paskah.
(Diinspirasi oleh kisah tragis Judas Iskariot)